Gerakan Orang Tua Terampil Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus Sebagai Upaya Mewujudkan Inklusi Sosial di Surakarta

Authors

  • Dewi Sri Rejeki

    Universitas Sebelas Maret
    Author
  • Joko Yuwono

    Universitas Sebelas Maret
    Author
  • Mahardika Supratiwi

    Universitas Sebelas Maret
    Author
  • Vania Martha Yunita

    Universitas Sebelas Maret
    Author
  • Leni Ambar Cahyani

    Universitas Sebelas Maret
    Author

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus, Inklusi Sosial, Keterampilan Pengasuhan, Orang Tua, Pemberdayaan Keluarga

Abstract

Orang tua memiliki peran utama dalam mendukung proses pertumbuhan, perkembangan, kemandirian, dan partisipasi sosial anak berkebutuhan khusus. Namun, sebagian orang tua masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pola pengasuhan bagi anak. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan anak sekaligus membatasi keterlibatannya dalam kehidupan sosial. Program Gerakan Orang Tua Terampil Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas keluarga dan memperkuat penerapan inklusi sosial di Kota Surakarta. Program ini melibatkan 35 peserta yang terdiri dari orang tua atau pendamping ABK berasal dari komunitas dan sekolah. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan pengasuhan, simulasi, pendampingan, praktik mandiri, serta evaluasi. Materi pelatihan meliputi pemahaman karakteristik ABK, komunikasi positif, pengelolaan emosi, pembentukan perilaku adaptif, latihan kemandirian, perlindungan anak, dan strategi membangun partisipasi sosial. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest, lembar observasi, serta wawancara. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memahami kebutuhan anak, menangani perilaku, membangun komunikasi, serta mendampingi anak dalam kegiatan sehari-hari. Program ini juga mendorong terbentuknya jejaring dukungan antarorang tua dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak ABK untuk berpartisipasi secara setara. Dengan demikian, penguatan keterampilan pengasuhan berbasis keluarga dapat menjadi salah satu strategi untuk mewujudkan lingkungan sosial yang lebih inklusif di Surakarta.

Downloads

Published

2026-08-04